Langsung ke konten utama

06 - hidup atau mati?


 boleh gak si kalo mati aja?

19 Juli 2024, boleh gak si mati aja?

jangan bandingkan masalahku dengan masalah orang lain, aku tahu orang lain punya masalah yang lebih serius dan lebih besar. hanya saja kali ini rasanya berat aja, bisa dibilang ngeluh iya. 

pikiran itu-mati-gak hanya sekali dua kali bahkan lima kali, tapi berkali-kali; hampir setiap hari mungkin. mungkin juga 3 kali dalam seminggu, sama dengan jadwal Bi upu yang suka bersih-bersih di kosan jepret 83 yang sudah 3 tahun ini ku tempati. entah.

setiap kali aku terpikir untuk mati (20/11/2024) hal itu terus berputar di kepalaku. tetapi mati bukanlah jalan satu-satunya dan bukan juga bagian dari rencanaku; meskipun sejauh ini rencana-rencanaku selalu gagal; tidak pernah berjalan barang satu pun. 

titik terendah? kurasa bukan. 

atau mungkin... bisa saja. 

entah.

jujur saja otakku mendadak tidak berfungsi tahun ini. benar!TAHUN! bukan detik, hari atau bulan tapi Tahun; sepanjang tahun ini yang ku lalui dengan freezing condition (?) 

hanya...

....

...

..

.

lihat saja tahun berikutnya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

15 - diri (keterbatasan fungsional)

Menurut google, seorang bergolongan darah AB merupakan golongan darah yang unik dan langka; selain karena populasinya yang hanya 4% rhesus positif dan 1% rhesus negatif, namun juga menjadi penerima sel darah merah secara universal karena adanya antigen A dan B di tubuhnya (menerima dari semua golongan darah dalam kasusku yang ber rhesus positif).  pemilik golongan darah ini juga secara karakteristik umum memiliki pribadi yang pendiam, tenang, rasional, sensitif, mudah berempati namun cenderung pelupa. disebutkan juga bahwa mereka cenderung memiliki resiko tinggi mengalami penyakit jantung, stroke, pembekuan darah dan gangguan memori/ fungsi otak.  berkali-kali ku pandangi:  gangguan memori/fungsi otak.  kenapa bisa? kenapa harus begitu? itu menyakitkan dan sangat menohok. ' pantas saja' fikirku berulang.  banyaknya rangkaian kejadian dari yang begitu penting hingga sangat sepele yang tanpa sadar memengaruhi aktivitasku sebagai manusia yang mengharuskan bersosial...
"untuk waktu bagai penyiksaan" untuk waktu bagai penyiksaan entah hukum atau rayuan untuk waktu yang dilewati dengan rumbai air mata bersabar adalah pijakan selain hujatan untuk setiap detail kebijakan yang dianggap remeh mereka bahkan tidak tahu narasi yang sebenarnya untuk setiap argumentasi yang berujung penistaan terkutuklah jiwa-jiwa idealis itu yang berlumur dengki  kenestapaan   bandung, 21/03/2023

12 - 24

  24 hanyalah angka 24 hanyalah awal setidaknya, mantra itulah yang terus kuucapkan; entah itu bujukan penenang ataukah memang obat penenang? namun, berangkat dari pola pikir yang sederhana namun ego yang digendongnya ini cukup memberatkan setiap keputusan yang akan diambil.  sahabat yang telah menemukan belahan jiwanya, menyambut jiwa baru, merawat yang baru bertumbuh, yang menghadapi mimpi buruknya, yang bertumbuh, dengan singgasananya, kami dengan finansial unstablenya, hingga mereka yang tua renta itu dengan keteternya. tidak termasuk dengan mereka-mereka yang lainnya. perasaan berdebar yang membawa gelombang aneh: lelah, dinantikan namun juga takut.  24 hanyalah angka masih banyak yang masih merangkak, meski banyak yang sudah di puncak. namun, tidak berarti juga sebuah keterlambatan, hambatan maupun ajang perlombaan. 24 hanyalah angka angka yang menjadi pecutan kestabilan berpikir yang memang seharusnya sebelum 24 itu terukir. ckrng, 4-11-2025