Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

10 - just begin (CASN dan Takdir)

 30 April 2025,  menjadi puncak tamparan kerasku kini tentang bodohnya pilihanku yang ku buat di usia 23, satu tahun lalu tanpa skill yang mumpuni dan kurangnya koneksi dengan orang-orang hebat. bodoh dan teraancam membusuk.  akhir agustus 2024, wawancara sekianku dengan sebuah rumah sakit swasta di kota kembang, tentunya dengan bantuan salah satu koneksi ku dalam tahap seleksinya, hanya tahap pertama sdelebihnya tentu saja  tergantung dewi fortunaku yang berjalan. dengan percaya dirinya ku lantangkan mencari pekerjaan itu sangat mudah di tanah air ini dengan catatan kita tidka memilih-milih pekerjaan yang di mau ucapku dengan kepercayaan diri yang tinggi di depan direktur rumah sakit tersebut saat sesi wawancara berlangsung. BODOH! banyak hal yang ku lupakan, bahkan hal sepelee seperti halnya jenis pekerjaan itu sendiri. jenis pekerjaan tentu banyak, namun kembali lagi bukannya kita harus tetap memiliah dan mimilih perkrjaan yang sesuai dengan skill yang kita miliki...

09 - topping dunia

  memang benar aku bagian dari topping dunia  tuhan itu lucu saat aku terjebak dalam kenikmatan sementara, ia mendukungku dengan sepenuh jiwa; tanpa hambatan, tanpa rintangan maupun peringatan. diriNya memfasilitasi noda kecil hingga besarku itu tanpa ragu. kesegananku perlahan luntur tergantikan dengan kenyamanan sesaat merasa congkak pada fasilitas yang diberikan, belaian fananya menggelapkan jiwaku menjauhkanku sejauh mungkin dariNya.  tanpa ku tau, mungkin kenikmatan menyimpang itu sendiri adalah bentuk peringatannNya.   

08 - mau bagaimana lagi?

suara keras bapak yang manipulatif, diamnya ibu yang menyimpan ribuan sumpah serapah pada bapak, dentingan piring dan sendok yang sumbang, rengekan jangkrik serta dua kucing rumah yang senang berkonfrontasi debat kusir. irama nada itu bertabrakan, mengganggu indera pendengaranku yang malang. nada sungau yang tidak seirama, memuakan, sakit kepala. saling menyakiti, menyakitkan, menyebalkan! nada sungau itu selalu hadir di tengah-tengah meja makan, ikut terseret seolah bagian dari hidangan, membuat selera makanku terjun bebas pada rasa hambar, rintihan cacing-cacing kelaparan yang sibuk menuntut haknya tidak ku hiraukan, ah kembali menyebalkan!  sudahlah! mau bagaimana lagi?! harus apa lagi?! namun sayang, ini filmku! plot, alur, tempat kejadian perkara, dialog-dialog sumbang, kostum, tata rias hingga tata panggung ini adalah milikku, bagianku. mau bagaimana lagi?