suara keras bapak yang manipulatif, diamnya ibu yang menyimpan ribuan sumpah serapah pada bapak, dentingan piring dan sendok yang sumbang, rengekan jangkrik serta dua kucing rumah yang senang berkonfrontasi debat kusir. irama nada itu bertabrakan, mengganggu indera pendengaranku yang malang. nada sungau yang tidak seirama, memuakan, sakit kepala. saling menyakiti, menyakitkan, menyebalkan!
nada sungau itu selalu hadir di tengah-tengah meja makan, ikut terseret seolah bagian dari hidangan, membuat selera makanku terjun bebas pada rasa hambar, rintihan cacing-cacing kelaparan yang sibuk menuntut haknya tidak ku hiraukan, ah kembali menyebalkan!
sudahlah! mau bagaimana lagi?! harus apa lagi?!
namun sayang, ini filmku! plot, alur, tempat kejadian perkara, dialog-dialog sumbang, kostum, tata rias hingga tata panggung ini adalah milikku, bagianku. mau bagaimana lagi?

Komentar
Posting Komentar