Langsung ke konten utama

AbSurD CAmp Pt1




Yaampun hahhaha. Jadi aku dan teman-teman kampus atau mungkin bisa kita sebut "the gank" ceritanya berlibur ke pantai sambil ngecamp. Dan hal itu dadakan banget, karena emang pada dasarnya kita random banget si:). Jadi, setelah beberapa permasalahan yang kita hadapai, singkat cerita kita liburan, ngecamp. Lokasinya lumayan jauh di Puncak Guha, Garut (sebelumnya kita tidak tahu mau kemana). Perjalanan yang ditempuh selama 5 jam kita lewati dengan banyak hal yang tidak akan pernah terlupakan, terutama si "BUDIMAN" wkwk. Lima hari sebelum keberangkatan kita masih haha hihi dengan modal "niat" yang melekat tanpa serius memikirkan hal-hal lainnya, yang sebenarnya itu adalah akar dari permasalahan liburan kita.

OKE. Jadi ini adalah tulisan pertamaku di bloooog. Daan ini adalah the first time in my life aku nulis di "luar". Meskipun tag "queen of typo" tetap mendarah daging, tapi harapan terbaikku adalah memberikan tulisan yang menyenangkan untuk para pembaca sekalian. Okeei. Iklaa..n times out!

WARNING!! Tulisan ini mengandung drama terlebay sejagad semesta, yang lemah iman harap mundur!

Fyi, rencana ini di dalangi oleh salah satu teman kita, yang mana sebelumnya dia pernah ke tempat tersebut. Kita berjumlah 10 orang. 4 perempuan 6 laki-laki. Yang mana di tengah jalan, ternyata dia lupa mengambil arah jalan yang mengakibatkan kita, terutama mobil yang aku tumpangi sedkit mendumel wkwkw.

H-3 keberangkatan, mulailah grup chat absurd tersebut di bentuk, yang berisi makhluk-makhluk absurd yang mendadak ingin pergi liburan (padahal libur semester masih sebulanan). 

H-2 keberangkatan, sedikit demi sedikit mulai menyinggung pembahasan untuk ngecamp. Dari tenda, matras, konsumsi dan logistik lainnya.

H-1 mendadak beberapa orang  keluar / di keluarkan dari grup dengan alasan tidak jadi ikut liburan. Dan di hari inilah semuanya menjadi ngambang like a poop. 

Persiapan pun di tunda, tentu saja grup chat malang tersebut mulai sepi tapi di lanjut dengan obrolan via personal chat. Kita (tim perempuan) bertanya-tanya tentang kelanjutan liburan, yang mana jika liburan tersebut jadi, masih banyak keperluan yang harus di beli salah satunya logistik. Tak hanya itu banyaknya kepala yang masing-masing memiliki multiverse berbeda, membuat rencana tersebut diambang kehancuran.

 Pada akhirnya sampai menjelang malam pun, kita masih ngambang antara berlanjut atau hanya tinggal rencana. Fook it man! Malam harinya, barulah grup tersebut kembali aktif dan mulai serius membahas keberangkatan liburan. Emang dasar! 

Tentunyaa drama kembali terjadi, yang mana salah satu teman cowok ku mendadak gak bisa ikut karena gak dapet restu dari sang papa. Mau gak mau, demi kelancaran dan kelengkapan, akhirnya kita ngehubungi papanya. Dengan segenap hati terdalam, aku mengesampingkan segala ketakutan, kegelisahan dan urat malu untuk memberranikan diri ngechat papanya ini makhluk satu (karena mereka pada gak mau, sial emang). Daan setelah menunggu respon beliau (meski curiga itu bukan papanya), ternyata beliau memang sudah mengijinkan sejak awal. Dahlah!!

THE DAY, rencana kita berangkat dari Bandung pukul 07.00 dengan tujuan agar tidak macet dan panas. Tapi rencana tetaplah rencana. Akhirnya kita berangkat  pukul 08.00, sepuluh kepala, dua mobil, dan satu tujuan. Aseek. Berangkatlah kita! 

Bukan, bukan ke tujuan tapi ke supermarket terdekat. Yup! Ingat kan, kita belum persiapan apapun yang menyangkut amunisi perut. Pergilah kita ke supermarket tersebut dengan menghabiskan waktu sekitar 2 jam :) 

Pukul 10 lebih, barulah kita benar-benar berangkat. Jalan nasional yang lumayan bikin gerah kita lewati dengan bermacam drama, salah satunya pencarian beras dan air galon yang lumayan hectic di tengah cuaca yang mulai panas dan macet. Setelah perjalanan yang lama, akhirnya kita menemukan toko beras.

Di seperempat perjalanan, mobil kita BERPISAH COK! IYA! pisah! gelo pisan emang

Kita rencana ambil jalan ke pengalengan tapi mobil satunya malah ke arah ciwidey. Atuh lieur ya. Akhirnya kita sepakat untuk bertemu di suatu titik. Perjalanan pun di lanjutkan dengan kesepakatan ambil jalur ciwidey. Drama pun berakhir.

Eiit! tentu tidak. Karena hidup kita yang selalu dramatis, drama per drama pun kembali terjadi. Estimasi waktu yang seharusnya di habiskan kurang lebih 5 jam, ternyata menghabiskan waktu hampir sepanjang hari. Isi galon, ban mobil berasap, kelaparan dan lainnya. Menjelang sore kita memutuskan untuk berhenti di salah satu RM yang ada diii entah dimana lupa. Intinya kita berhenti sebab kelaparan karena gak ada persiapan bekal (itulah pentingnya prepare). Kita nunggu pesanan seperti biasanya. Tapi sejam kemudian pun makanan yang ditunggu tidak kunjung datang, kecuali untuk pesenan bakso. Salah satu temen bilang, kalo pemilik RM nya baru nyembelih ayamnya, untuk itu pesanan kita lama (yakalii!) karena tidak percaya kita masih tetap nunggu, sangat lama sampe sebagian tidak jadi makan dan berakhir nunggu di mobil. 

Sekitar pukul 17.30 pesanan pun selesai, dan berakhir kita yanga minta di bungkus karena perjalanan yang masih memerlukan satu jam ke tempa tujuan, belum mendirikan tenda dan hal lainnya. Disinilah ketegangan terjadi, antara si pemilik yang kesal karena beliau sudah mempersiapkan menu di piring, dan kita yang juga kesal karena menunggu pesanan lama dan mengejar waktu. Dan setelahnya, kejadian tersebut menjadi bulan-bulanan kita wkwk. 

Daan akhrinya beberapa dari kita makan di jalan termasuk aku. Kecuali temen aku yang bawa mobil, dia gak mau tukeran mengemudi, padahal di awal dia sudah merengek minta makan. 

Kondisi kita makan pas di dalam mobil
(momen pas kita makan di dalam mobil. Dan kita lupa beli minum, lengkap sudah)


Perjalaan pun kita lanjutkan meski sayang kita melewatkan sunset, padahal itu yang di nantikan.
(sunset yang kita lewatkan)


 Sekitar pukul 19.00 akhirnya kita sampai di tujuan. Dan the first look yang aku lihat si kaya biasa aja yaa wkwk. Mungkin karena malam, jadi keadaan sekitar itu gak terlalu kelihatan kecuali deburan ombak. Selain itu, ekspektasi kita, tempat camp nya di pinggir pantai (maksudnya kita bisa jalan-jalan di pasirnya dan gak terlalu jaduh dari tenda). Ternyata karena posisinya yang di atas tebing plus ombaknya besar, jadi itu adalah hal mustahil. 
(posisi tempat kita nge camp)

Setelah bersih-bersih dan mendirikan tenda, kita santai-santai. Yang mana semakin malam, obrolan pun kian mendalam. Terutama pembahasan "permasalahan" kita yang sebelumnya belum terselesaikan, aseek. 
(deep moment)

Pagii menjelang, wahh kita mulai hectic karena orang-orang gak mau masak (sebenarnya dari malam pun mulai gak terkontrol karena yahah ribet dan segala macamnya yana tanpa persiaan) ditambah minyak setengah kilo abis gara-gara di pake buat nyalain api unggun sampe subuh. Mantaap!
Untungnya kebutuhan makan kita masih aman. 
Pas pagi ini yang nyebelin, karena kita harus masak masakan berat plus percikan-percikan pendapat menu dari a-z yang lumayan memakan waktu. Jangan lupakan juga yang entah kenapa ditengah gempuran hemat mengehmat, temenku malah rebus telor yang terbilang itu menyia-nyiakan penghematan (meski pada akhirnya semua masih aman-aman saja). 
(pantai yang kita kunjungi. Awesome!)

FYI, untuk bisa sampai ke pantai ini, kita tidak memerlukan waktu yang begitu banyak, hanya beberapa menit dari tenda yang kita dirikan diatas tebing sana. Cukup menuruni tebing, kemudian sampai di tempat cantik ini. Tapi hati-hati karena tebingnya lumayan curam dan resiko terpeleset itu besar kemungkinannya. 
Perjalanan kita pun berakhir, ditutup dengan drama dompetku yang tertinggal di pinggir pantai. Padahal posisi kita sudah naik ke atas, dan tentunya untuk balik ke pinggir pantai itu lumayan melelahkan. Untugnya salah satu temanku mau nolong buat nganter ngambil. Thank you^^ 

So, mungkin itulah perjalalan terjauh pertama aku yang sangat berkesan sekaligus menjadi referensi untuk perjalanan-perjalanan selanjutnya. Momen indah yang tidak akan pernah terlupakan, keseruan di dalam mobil, nyanyi bersama, makan di mobil, teriak sepuasnya, ngeluh karena perjalanan jauh, RM menguji kesabaran, ketegangan, semua emosi bercampur aduk antara senang,  kesal, kagum, bahagia bercampur menjadi perpaduan yang istimewa.

Sampai jumpa di cerita-cerita absurd selanjutnya :)

Aku pernah baca entah dimana, katanya saat kamu ingin melihat kepribadian asli seseorang, maka ajaklah mereka untuk bepergian jauh denganmu dan lihat bagaimana caranya mereka menghadapi situasi. Dan hal itu benar adanya, dan outputnya tergantung kita yang menentukan. Because,

"The real friends is always support you, not judging you"

  






 
 
 
     


Komentar

Postingan populer dari blog ini

15 - diri (keterbatasan fungsional)

Menurut google, seorang bergolongan darah AB merupakan golongan darah yang unik dan langka; selain karena populasinya yang hanya 4% rhesus positif dan 1% rhesus negatif, namun juga menjadi penerima sel darah merah secara universal karena adanya antigen A dan B di tubuhnya (menerima dari semua golongan darah dalam kasusku yang ber rhesus positif).  pemilik golongan darah ini juga secara karakteristik umum memiliki pribadi yang pendiam, tenang, rasional, sensitif, mudah berempati namun cenderung pelupa. disebutkan juga bahwa mereka cenderung memiliki resiko tinggi mengalami penyakit jantung, stroke, pembekuan darah dan gangguan memori/ fungsi otak.  berkali-kali ku pandangi:  gangguan memori/fungsi otak.  kenapa bisa? kenapa harus begitu? itu menyakitkan dan sangat menohok. ' pantas saja' fikirku berulang.  banyaknya rangkaian kejadian dari yang begitu penting hingga sangat sepele yang tanpa sadar memengaruhi aktivitasku sebagai manusia yang mengharuskan bersosial...
"untuk waktu bagai penyiksaan" untuk waktu bagai penyiksaan entah hukum atau rayuan untuk waktu yang dilewati dengan rumbai air mata bersabar adalah pijakan selain hujatan untuk setiap detail kebijakan yang dianggap remeh mereka bahkan tidak tahu narasi yang sebenarnya untuk setiap argumentasi yang berujung penistaan terkutuklah jiwa-jiwa idealis itu yang berlumur dengki  kenestapaan   bandung, 21/03/2023

12 - 24

  24 hanyalah angka 24 hanyalah awal setidaknya, mantra itulah yang terus kuucapkan; entah itu bujukan penenang ataukah memang obat penenang? namun, berangkat dari pola pikir yang sederhana namun ego yang digendongnya ini cukup memberatkan setiap keputusan yang akan diambil.  sahabat yang telah menemukan belahan jiwanya, menyambut jiwa baru, merawat yang baru bertumbuh, yang menghadapi mimpi buruknya, yang bertumbuh, dengan singgasananya, kami dengan finansial unstablenya, hingga mereka yang tua renta itu dengan keteternya. tidak termasuk dengan mereka-mereka yang lainnya. perasaan berdebar yang membawa gelombang aneh: lelah, dinantikan namun juga takut.  24 hanyalah angka masih banyak yang masih merangkak, meski banyak yang sudah di puncak. namun, tidak berarti juga sebuah keterlambatan, hambatan maupun ajang perlombaan. 24 hanyalah angka angka yang menjadi pecutan kestabilan berpikir yang memang seharusnya sebelum 24 itu terukir. ckrng, 4-11-2025