semilir angin malam menerpa wajahku
menerbangkan anak-anak rambut
yang menghalangi jarak pandangku
di malam yang mati ini
Rembulan menyaksikanku
bersama pasukan Bintang
sinarnya mendikte guratan tintaku
mencemooh jiwa naifku
siapa peduli?!
hingga bising di kepala itu memudar
hingga tawa kembali menggelegar
06/02/2025
Komentar
Posting Komentar