Langsung ke konten utama

16- [Mantan] Pengangguran Bercerita (2)

 so many things was hapened

and one of the good things is i got a job, finally! lebih tepatnya akhir juni 2025 itu, di tengah-tengah keputusasaanku menanti email masuk, dua teman dekat di kampus menawarkan pekerjaan, di tempat mereka bekerja. tentu saja itu cukup membuat terkejut, karena mereka menyertakan aku ke opsi mereka.

tidak henti-hentinya aku bersyukur ketika teringat hal itu dan mungkin beribu-ribu terimakasih pun tidak cukup. mereka baik dan aku bersyukur di pertemukan dengan orang-orang baik seperti mereka. 

pada 5 juli 2025, mulailah aku bekerja dan megabdikan tenaga serta pikiranku di salah satu rumah sakit swasta itu. segala kekhawatiranku mulai merambat ke permukaan, efeknya melelahkan; menjadikan diri sendiri sekaku kanebo kering dan bergerak seperti robot, seringnya kikuk. berkali-kalipun mereka mengingatkan bahwa tempat tersebut tidak semenakutkan seperti yang ku bayangkan-aku anak baru dan banyak hal yang belum aku pelajari  tentu saja aku merasa serba tertinggal-namun trtap saja kondisi ku masih membutuhkan penyesuaian..

satu bulan pertama lucunya aku sudah mengeluh ingin mencari tempat kerja baru. bahkan di satu bulan itu aku melakukan interview di rumah sakit lain, haha. bukan tanpa alasan, ternyata suasana cikarang yang panas dan mudah berdebu dan cuaca panasnya yang tidak biasa. orang sunda suka bilangnya "ngelekeb?" "karenang?" 

intinya cuacanya tidak nyaman sebelum hujan datang. 

belum lagi banjir!

jujur selama hidup 24 tahun waktu itu, baru kali ini aku merasakan banjir. dan itu menyebalkan! sangat menyebalkan! jijik?! itu sangat pasti mengingat air banjir itu bercampur dengan got-got berwarna hitam dan bau yang sering dilewati. membayangkannya kembali pun cukup membuat bergidik, bisa bisanya aku terjebak di daerah ini. 

terlepas dari itu. Tuhan masih baik dengan selalu mempertemukan aku dengan orang- orang baik, partner kerja tulus, beban kerja yang masih bisa teratasi, gaji?! manajemen? ah sudahlah jangan bahas itu hari ini. mungkin dia lebih cocok di bahas dengan trma sendiri? entahlah. 

namun sayang satu bulan ini kami kehilangan kepala ruangan yang baik itu. meskipun beliau kaku tapi kami selalu menghormatinya dan anak-anaknya semua perempuan jadi kami seperti memiliki ayah. yang rencana awal beliau hanya di mutasi ternyata manajamen baru dari tempat kamri kerja memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak dengan alasan beliau tidak linear denga profesi kami, Rekam Medis. karena kebijakan baru yang mengahruskan setiap profesi di masing-masing unit harus linear, dan beliau menjadi korban. jam terbang belia yang sudah lebih dari lima tahun pun tidak banyak membantu menyelamatkannya. 

sad but is true.

semoga beliau segera mendapatkan pekerjaan baru yang lebih layak dan dekat dengan rumahnya. beliau orang baik dan sudah sharusnya beliau mendapatkan yang lebih baik juga. 


cikarang, 20 April 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

15 - diri (keterbatasan fungsional)

Menurut google, seorang bergolongan darah AB merupakan golongan darah yang unik dan langka; selain karena populasinya yang hanya 4% rhesus positif dan 1% rhesus negatif, namun juga menjadi penerima sel darah merah secara universal karena adanya antigen A dan B di tubuhnya (menerima dari semua golongan darah dalam kasusku yang ber rhesus positif).  pemilik golongan darah ini juga secara karakteristik umum memiliki pribadi yang pendiam, tenang, rasional, sensitif, mudah berempati namun cenderung pelupa. disebutkan juga bahwa mereka cenderung memiliki resiko tinggi mengalami penyakit jantung, stroke, pembekuan darah dan gangguan memori/ fungsi otak.  berkali-kali ku pandangi:  gangguan memori/fungsi otak.  kenapa bisa? kenapa harus begitu? itu menyakitkan dan sangat menohok. ' pantas saja' fikirku berulang.  banyaknya rangkaian kejadian dari yang begitu penting hingga sangat sepele yang tanpa sadar memengaruhi aktivitasku sebagai manusia yang mengharuskan bersosial...
"untuk waktu bagai penyiksaan" untuk waktu bagai penyiksaan entah hukum atau rayuan untuk waktu yang dilewati dengan rumbai air mata bersabar adalah pijakan selain hujatan untuk setiap detail kebijakan yang dianggap remeh mereka bahkan tidak tahu narasi yang sebenarnya untuk setiap argumentasi yang berujung penistaan terkutuklah jiwa-jiwa idealis itu yang berlumur dengki  kenestapaan   bandung, 21/03/2023

12 - 24

  24 hanyalah angka 24 hanyalah awal setidaknya, mantra itulah yang terus kuucapkan; entah itu bujukan penenang ataukah memang obat penenang? namun, berangkat dari pola pikir yang sederhana namun ego yang digendongnya ini cukup memberatkan setiap keputusan yang akan diambil.  sahabat yang telah menemukan belahan jiwanya, menyambut jiwa baru, merawat yang baru bertumbuh, yang menghadapi mimpi buruknya, yang bertumbuh, dengan singgasananya, kami dengan finansial unstablenya, hingga mereka yang tua renta itu dengan keteternya. tidak termasuk dengan mereka-mereka yang lainnya. perasaan berdebar yang membawa gelombang aneh: lelah, dinantikan namun juga takut.  24 hanyalah angka masih banyak yang masih merangkak, meski banyak yang sudah di puncak. namun, tidak berarti juga sebuah keterlambatan, hambatan maupun ajang perlombaan. 24 hanyalah angka angka yang menjadi pecutan kestabilan berpikir yang memang seharusnya sebelum 24 itu terukir. ckrng, 4-11-2025