so many things was hapened
and one of the good things is i got a job, finally! lebih tepatnya akhir juni 2025 itu, di tengah-tengah keputusasaanku menanti email masuk, dua teman dekat di kampus menawarkan pekerjaan, di tempat mereka bekerja. tentu saja itu cukup membuat terkejut, karena mereka menyertakan aku ke opsi mereka.
tidak henti-hentinya aku bersyukur ketika teringat hal itu dan mungkin beribu-ribu terimakasih pun tidak cukup. mereka baik dan aku bersyukur di pertemukan dengan orang-orang baik seperti mereka.
pada 5 juli 2025, mulailah aku bekerja dan megabdikan tenaga serta pikiranku di salah satu rumah sakit swasta itu. segala kekhawatiranku mulai merambat ke permukaan, efeknya melelahkan; menjadikan diri sendiri sekaku kanebo kering dan bergerak seperti robot, seringnya kikuk. berkali-kalipun mereka mengingatkan bahwa tempat tersebut tidak semenakutkan seperti yang ku bayangkan-aku anak baru dan banyak hal yang belum aku pelajari tentu saja aku merasa serba tertinggal-namun trtap saja kondisi ku masih membutuhkan penyesuaian..
satu bulan pertama lucunya aku sudah mengeluh ingin mencari tempat kerja baru. bahkan di satu bulan itu aku melakukan interview di rumah sakit lain, haha. bukan tanpa alasan, ternyata suasana cikarang yang panas dan mudah berdebu dan cuaca panasnya yang tidak biasa. orang sunda suka bilangnya "ngelekeb?" "karenang?"
intinya cuacanya tidak nyaman sebelum hujan datang.
belum lagi banjir!
jujur selama hidup 24 tahun waktu itu, baru kali ini aku merasakan banjir. dan itu menyebalkan! sangat menyebalkan! jijik?! itu sangat pasti mengingat air banjir itu bercampur dengan got-got berwarna hitam dan bau yang sering dilewati. membayangkannya kembali pun cukup membuat bergidik, bisa bisanya aku terjebak di daerah ini.
terlepas dari itu. Tuhan masih baik dengan selalu mempertemukan aku dengan orang- orang baik, partner kerja tulus, beban kerja yang masih bisa teratasi, gaji?! manajemen? ah sudahlah jangan bahas itu hari ini. mungkin dia lebih cocok di bahas dengan trma sendiri? entahlah.
namun sayang satu bulan ini kami kehilangan kepala ruangan yang baik itu. meskipun beliau kaku tapi kami selalu menghormatinya dan anak-anaknya semua perempuan jadi kami seperti memiliki ayah. yang rencana awal beliau hanya di mutasi ternyata manajamen baru dari tempat kamri kerja memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak dengan alasan beliau tidak linear denga profesi kami, Rekam Medis. karena kebijakan baru yang mengahruskan setiap profesi di masing-masing unit harus linear, dan beliau menjadi korban. jam terbang belia yang sudah lebih dari lima tahun pun tidak banyak membantu menyelamatkannya.
sad but is true.
semoga beliau segera mendapatkan pekerjaan baru yang lebih layak dan dekat dengan rumahnya. beliau orang baik dan sudah sharusnya beliau mendapatkan yang lebih baik juga.
cikarang, 20 April 2026
Komentar
Posting Komentar